Saturday, September 25, 2010

Cures for Anger from the Sunnah

Several Cures for Anger from the Sunnah:

1. To say "Audhu billahi minashaytan nirajim." [Bukhari, Muslim]
2. If he is standing, then he should sit. If the anger fails to subside, then he should lie down. [Abu Dawood]
3. A person should remain silent. [Imam Ahmad]
4. Make wudhu. [Abu Dawood]
5. Make ghusl [Abu Nuaim]

(Summary of 'Jami'ul Uloom waal Hikam fi sharhi khamsina haditham min jawa mi'il kaleem' by ibn Rajab)

"The strong man is not the one who is the wrestler [or body-builder] but the strong man is the one who holds himself back at the time of anger." 

In the last edition, we provided different cures for anger, in fact five were mentioned from different narrations.

In this issue, we would like to provide a further elaboration.

The first cure for anger was to say ta'wwudh [ie "audhu billahi minashaytan nirajeem". ] This cure was given by the Prophet (saw) when a man showed anger in a situation where he was in front of the Prophet (saw).

The Prophet (saw) said "I know something that if he says it, his anger will go away and this is "audhu billahi minashaytan nirajeem." What does this have to do with curing anger? Since anger comes from shaytan, you should seek refuge with Allah from the accursed shaytan.

The second cure which is mentioned in the hadeeth mentioned by Abu Dawood is that if a person is standing, he should sit and if his anger doesn't go away, then he should lie down. This is a very important cure for anger.
The Scholars say that the reason that the Prophet (saw) gave this cure is because that when a person is angry and he is standing he is more capable of taking revenge whereas if he sits down, he will be less able and if the anger still does not subside, then he should lay down which will prevent him from acting out in a manner that he will regret later one.

The third cure that was mentioned was not speaking at the time of anger. Ibn Rajab ® declared this to be a very great cure that Rasulollah (saw) has mentioned since it is in the state of anger that a person states a lot of things that he or she may regret later on. Sometimes, regretting one's actions will not help since once words are spoken, the damage will take effect. For example, a person in anger may question Allah (swt) or raise an objection (may Allah (swt) forbid this). In anger, a husband may divorce his wife. In anger, people say things that destroy relationships and may take years to rebuild. Breaking one's heart is very easy while joining the hearts is very difficult. Damaging a relationship can be done with one word while building relationships may, in some cases, take years. That is why it is best to refrain from speaking when in anger and to wait until the anger subsides and speak in a calm manner so that a person does not regret what he is saying.

The fourth and fifth cures were in regards to making wudhu and taking a bath. Both of these things have to do with using water because some narrations indicate that anger is from shaytan and shaytan has been created from the fire and the way to extinguish this fire is to use water whether it is in the manner of making wudhu or taking a bath. Someone's anger may go away by just making wudhu and someone else might have to take a bath in order for his anger to subside. A person can see also through experience that when he is angry, his body is very hot so that the way to cool him down is to put water over his body either through wudhu or through a bath.

We must remember one thing that what has been mentioned here is that the anger that has been mentioned here is the type of anger that is disliked in Islam since there are two types of anger. The first type is the anger which is disliked while the other is the type which is liked. The anger which is disliked is the one where a person takes revenge from someone because of himself or herself. The Prophet (saw) never did this and provided the cures for this type of anger which have been mentioned above. The type of anger which is liked is the type of anger when a person sees a commandment of Allah (swt) and His Rasul (saw) being broken.

This is not only a sign of iman [faith] and liked but is also at times necessary. The Prophet (saw) became angry like this many times to the degree that his complexion would change. This is the type of anger that Imam Shafi'i (ra) was referring to when he said that "whoever does not get angry, he is a donkey."

Friday, September 24, 2010

17 Amalan Menghapus Dosa




Diterbitkan 12 September 2009 Hikmah , Info , Islam.

Manusia pasti berbuat dosa dan pasti memerlukan ampunan Allah. Oleh kerana itu Allah memberikan keutamaan dan kemurahan kepada hamba-Nya dengan mensyariatkan amalan-amalan yang dapat menghapus dosa disamping taubat. Sebagiannya (amalan ini) dijelaskan dalam Al-Qur’an dan sebagiannya lagi dalam sunnah Rasulullah s.a.w. Diantaranya sebagai berikut :

1. Menyempurnakan wudhu dan berjalan ke masjid, sebagaimana disampaikan Rasulullah s.a.w., “Mahukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang dapat menghapus dosa dan mengangkat darajat. Mereka menjawab: ya, wahai Rasulullah. Beliau berkata: sempurnakan wudhu ketika masa sulit dan memperbanyak langkah ke masjid serta menunggu solat satu ke solat yang lain, kerana hal itu adalah ribath.” (Riwayat Muslim dan At-Tirmidzi)
Juga dalam sabda beliau yang lain: “Jika seseorang berwudhu lalu menyempurnakan wudhunya kemudian berangkat solat dengan niat hanya untuk solat, maka tidak melangkah satu langkah kecuali Allah angkat satu darjat dan hapus satu dosa.” (Riwayat At-Tirmidzi)

2. Puasa hari Arafah dan Asy Syura, hal ini didasarkan pada sabda Rasulullah, “Puasa hari Arafah saya berharap dari Allah untuk menghapus (dosa selama) setahun yang sebelumnya dan setahun setelahnya dan Puasa hari Asy Syura saya berharap dari Allah menghapus setahun yang lalu.” (Riwayat At-Tirmidzi)

3. Solat tarawih di bulan Ramadan dengan dalil sabda Rasulullah, “Barangsiapa menegakkan Ramadhan (solat tarawih) dengan iman dan mengharap pahala Allah maka diampunilah dosanya yang telah lalu.” (Muttafaqun ‘Alaihi)

4. Haji yang mabrur “Barangsiapa yang berhaji lalu tidak berkata keji dan berbuat kefasikan (kejelekan) maka ia kembali seperti hari ibunya melahirkannya.” (Riwayat Al-Bukhari). Kemudian dalam sabda beliau dinyatakan, “Haji mabrur balasannya adalah syurga.” (Riwayat Ahmad)

5. Memaafkan hutang orang yang sulit membayarnya

6. Melakukan kebaikan setelah berbuat dosa dengan dalil: “Bertakwalah kepada Allah di mana pun kamu berada, ikutilah kejelekan dengan kebaikan yang menghapusnya dan pergauli manusia dengan etika yang mulia.” (Riwayat At-Tirmidzi dan Ahmad)

7. Memberi salam dan berkata baik dengan dalil sabda Rasulullah, “Sesungguhnya termasuk sebab mendapatkan ampunan adalah memberikan salam dan berkata baik.” (Riwayat Al-Kharaithi dalam Makarim al Akhlak)

8. Sabar atas musibah dengan dalil sabda Rasulullah, “Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla berfirman, “Sesunguhnya apabila Aku menguji seorang hamba-Ku yang mukmin, lalu ia memuji-Ku atas ujian yang Aku timpakan kepada-Nya, maka ia bangkit dari tempat tidurnya (dalam keadaan) bersih dari dosa seperti hari ibunya melahirkannya.“” (Riwayat Ahmad)

9. Menjaga solat lima waktu dan Jum’at serta puasa Ramadan dengan dalil sabda Rasulullah, “Solat lima waktu dan jum’at ke jum’at dan ramadan ke ramadan adalah penghapus dosa diantara keduanya selama dosa-dosa besar dijauhi.” (Riwayat Muslim)

10. Adzan dengan dalil sabda Rasulullah, “Sesungguhnya seorang Muadzin akan diampuni dosanya sepanjang (gema) suaranya.” (Riwayat Ahmad)

11. Melakukan solat, dengan dalil sabda Rasulullah, “Bagaimana pendapat kalian seandainya ada sungai di pintu yang digunakan untuk mandi setiap hari lima kali, apa yang kalian katakan apakah tersisa kotorannya? Mereka menjawab, “Tidak ada sisa kotorannya sedikitpun.”” Beliau bersabda, “Solat lima waktu menjadi sebab Allah menghapus dosa-dosa.” (Riwayat Al-Bukhari)

12. Memperbanyak sujud dengan dalil sabda Rasulullah, “Hendaklah kamu memperbanyak sujud kepada Allah, kerana tidaklah kamu sekali sujud kepada-Nya melainkan Dia mengangkatmu satu darjat dan menghapus satu kesalahanmu (dosa) darimu.” (Riwayat Muslim)

13. Mengerjakan solat malam. Rasulullah bersabda, “Hendaklah kalian solat malam, kerana ia adalah adat orang yang salih sebelum kalian dan amalan yang mendekatkan diri kepada Rabb kalian serta penghapus kesalahan dan mencegah dosa-dosa.” (Riwayat Al-Hakim)

14. Berjihad di jalan Allah. “Akan diampuni tiap dosa orang yang mati syahid kecuali hutang.” (Riwayat Muslim)

15. Mengiringi haji dengan umrah. Rasulullah pernah mengatakan, “Iringi antara haji dengan umrah, kerana pengiringan antara keduanya dapat menghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana Al Kier (alat pembakar besi) menghilangkan karat besi.” (Riwayat Ibnu Majah)

16. Sedekah dengan dalil, “Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan pada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Baqarah : 271) Rasulullah pun bersabda, “Sedekah menghapus dosa seperti air memadamkan api.” (Riwayat Ahmad, At-Tirmidzi dan selainnya)

17. Menegakkan hukum pidana dengan adil, “Siapa saja yang melanggar larangan Allah kemudian ditegakkan padanya hukum pidana maka dihapus dosa tersebut.” (Riwayat Al-Hakim) Demikian sebagian penghapus dosa, mudah-mudahan penjelasan bermanfaat.

 

Sunday, September 19, 2010

70 JENIS DIKENALPASTI DOSA BESAR

Mengikut Imam Azzahabiyy dalam kitabnya "Al-Kabaair" beliau menghimpunkan jenis dosa-dosa besar sebanyak 70 perkara seperti berikut:


"Anda Ditahan Kerana Melakukan Kesalahan-Kesalahan Di Bawah"


70 Jenis Dosa-Dosa Besar:
  1. Belajar Ilmu Dan Sembunyi Pengetahuan
  2. Bersaksi Palsu
  3. Berjudi
  4. Bersumpah Palsu dan Bohong
  5. Berbohong
  6. Bergambar Di Baju Bila Sembahyang
  7. Perempuan Pelacur
  8. Berbuat Buruk Terhadap Yang Lemah
  9. Berdebat Dan Memusuhi
  10. Bersifat Dayus
  11. Bercakap Kasar Dengan Orang Tua
  12. Dusta Nama Allah Dan Rasulnya
  13. Derhaka Pada Suami
  14. Derhaka Pada Hamba Allah, Anggah Baik Dirinya
  15. Hakim Derhaka
  16. Homoseks (Seagama atau Sejenis)
  17. Mengurangi Timbangan
  18. Lari Seorang Hamba Dari Tuannya
  19. Lelaki Menyerupai Wanita
  20. Lari Dari Medan Perang Di Jalan Allah
  21. Membunuh Manusia
  22. Membunuh Diri Sendiri
  23. Mengamalkan Sihir
  24. Meninggalkan Sembahyang Lima Waktu
  25. Meninggalkan Sembahyang Jumaat
  26. Menderhaka Kepada Kedua Ibu Bapa
  27. Memutuskan Hubungan Silaturrahim
  28. Melakukan Zina
  29. Makan Harta Anak Yatim Secara Tidak Betul
  30. Makan Dari Kekayaan Haram
  31. Memberi Dan Menerima Rasuah
  32. Melabuhkan Pakaian Kerana Berlagak Sombong
  33. Makan Riba
  34. Minum Arak
  35. Mencuri
  36. Merompak
  37. Melakukan Kezaliman
  38. Melakukan Pengkhianatan
  39. Menyebut-Nyebut Pemberian
  40. Mengingkari Janji
  41. Menfitnah
  42. Mengutuk Orang Islam
  43. Merasa Aman Dari Kemurkaan Allah
  44. Menipu Harta Rampasan
  45. Melampaui Batas
  46. Menuduh Zina Terhadap Orang Baik
  47. Memakai Emas Dan Sutera (Bagi Lelaki)
  48. Mempercayai Nujum Dan Sihir
  49. Menjadi Bapa Sanggup
  50. Mencari Kesalahan Orang Lain
  51. Mengganggu Orang Lain
  52. Mengganggu Tetangga
  53. Menyakiti Dan Memaki Orang Islam
  54. Mengintip Dan Membuka Rahsia Orang
  55. Mencaci Sahabat Nabi
  56. Mengurangi Wasiat
  57. Mengingkari Takdir
  58. Putus Asa Dari Rahmat Allah
  59. Penipuan Dan Kezaliman Terhadap Rakyat
  60. Riak Dan Mempamerkan Diri
  61. Syirikkan Allah Dengan Sesuatu Yang Lain
  62. Sombong Serta Angkuh
  63. Sembelih Untuk Selain Allah
  64. Tidak Mengeluarkan Zakat
  65. Tidak Berpuasa Di Bulan Ramadhan
  66. Tidak Mengerjakan Haji Jikalau Mampu
  67. Tidak Beristinjak Selepas Kencing
  68. Tidak Mendengar Cakap Ibu Bapa
  69. Tipu Daya
  70. Wanita Menyerupai Lelaki

Itulah senarai-senarai yang dihimpunkan. Jangan salah faham dengan senarai tersebut kerana disusun mengikut abjab. Selepas baca senarai di atas, ada tak dosa besar yang selalu kita lakukan. Ada bukan, manusia tidak lepas daripada kesilapan dan kekurangan. Mari sama-sama kita perbetulkan diri untuk menjadi insan yang lebih berguna.